Postingan

E-KTP (Estafet Kepemimpinan Tanpa Pemerkosaan)

Gambar
Oleh : Sema Karunia

Kepemimpinan merupakan tema yang menarik untuk dibahas baik di lingkungan akademisi, pejabat, tapi juga dibicarakan oleh masyarakat pada umumnya. Karena pemimpin adalah sosok yang bernyali besar dan hebat dalam mengatur anggotanya. Tapi apakah kalian tidak menyadari bahwa, sesungguhnya kita semua dilahirkan sebagai seorang pemimpin. Seburuk-buruknya orang di pandangan masyarakat dia adalah pemimpin terbaik dalam menjalankan kehidupannya sendiri. Ia telah berani mengambil keputusan untuk perbuatan yang akan ia lakukan hari ini, menit ini, dan detik ini. Hanya saja, yang membedakan adalah apakah ia bertanggung jawab atas perbuatannya atau tidak.
Kepemimpinan sendiri lebih berhubungan dengan efektivitas. Menurut Bennis bahwa pemimpin do the right things, bukan seperti manajer yang do the things right.  Karena manajer merupakan pemimpin, sedangkan pemimpin tidak perlu menjadi manajer. Lalu apa hubungannya dengan estafet kepemimpinan ?
Dalam suatu organisasi atau kelomp…

Arsenikum Belanda-Malang

Gambar
Oleh : Sema Karunia
Pulanglah kata tanpa berkata Meskipun rekam kata terus bergulir Hingga kata mendapatkan ruang untuk berkata
“Cak, kapan kau akan meneruskan pendidikanmu? Kasihan jika kau anggurkan saja otakmu di tempat. Argumenmu itu tidak cukup untuk menjawab segala peluh kaum marginal. Orang-orang berjas itu akan dengan mudah menjadikanmu kambing guling dengan rentetan gelar di depan bahkan di akhir nama mereka, yang belum tentu di yasinkan.”
***
Beberapa jam lagi pesawat akan take off dan semua orang termasuk aku akan menjemput kenangan di negeri Belanda. Negeri yang sempat ku bicarakan dengan seseorang. Kami berenam, termasuk istri kawanku Suciwati; Usman Hamid dari KontraS; Poengki Indarti dan Rusdi Marpaung (Imparsial), serta Rasyid kakak sulung kawanku. Dan aku, tak perlu tahu namaku karena aku tidak berperan dalam kisah ini. Karena ini kisah kawanku yang sering kupanggil, Cak.
Tidak berapa lama rombongan kecil ini berangkat dengan muka-muka layu yang entah apa mereka pikirkan…

Perceraian Menambah MASALAH dalam MAKALAH

Gambar
Oleh : Sema Karunia
Perceraian adalah putusnya suatu perkawinan yang sah di depan hakim pengadilan berdasarkan syarat – syarat yang ditentukan undang-undang. Perceraian sendiri didalam islam dapat dilakukan oleh pihak laki-laki ataupun pihak wanita. Tapi, sangat dianjurkan didalam agama islam untuk tidak melakukan hal tersebut. Mengapa? Karena dengan perceraian tidak hanya satu pihak saja yang dirugikan namun akan bias ke anak jika memiliki anak. Jika tidak, juga akan bias ke pelaku yang melakukan perceraian.
Allah SWT berfirman dalam surat Ar Rum ayat 21 yang artinya, “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”
Namun, tidak semuanya pasangan yang menikah dapat hidup berjalan dengan lancar sesuai dengan yang mereka inginkan sebagai …

Kotaku Kotak Katak Kata

Gambar
Oleh : Sema Karunia Semarang, 9 Desember 2017 LBH APIK bersama dengan jaringan mengadakan acara Solidaritas Kaum Marginal “Makan bersama para pemulung” di Jl. Kolonel Sugiono Semarang turut mengundang Prof. Agnes Widanti dan Bu Krisseptiani Hendrar Prihadi (tidak dapat hadir karena sedang menghadiri acara lain). Bukan mengenai soal berita acara yang akan aku bahas namun, mengenai kemiskinan, harapan, dan entahlah.
Jujur saja aku sering melewati tempat seperti ini. Pemukiman kumuh yang jauh dari kata indah. Tapi, mereka tidak mengenal kotor. Kotor bagi mereka adalah kelaparan. Aku disana terpatung tak bisa berbuat apa-apa hanya, berpura-pura tersenyum untuk menghindari dari rasa jijik dan ketidakpercayaan. Semiriskah itu kotaku?
Melihat mereka makan (Nasi,Ayam Goreng,Sayur lodeh,Teh hangat,Air mineral,Roti, dan Buah pisang) dengan lahap dan penuh irama disetiap suapnya. Menjadikan hatiku semakin teriris dan malu. Bagaimana tidak? Aku yang sering memakan berbagai jenis olahan ayam saja …

Dibalik Jendela, Nela

Gambar
Di Balik Jendela, Nela Oleh : Sema Karunia



Menunggu membuatku mengidap bipolar[1]. Detik yang lalu, aku terbang melayang karena kebahagiaan. Detik selanjutnya, aku merasa jatuh ketempat paling dalam dan orang sering menyebutnya kesedihan. Virus apa yang sudah kamu berikan kepadaku? Sehingga, berulang kali aku menjadi pecandu teknologi. Berjalan mondar-mandir seperti anjing jaga, lalu melihat layar kaca kecil yang sebesar telapak tangan hanya untuk melihat balasan singkatmu. Benar-benar virus yang menyebalkan. *** 13 Juli 2017, daun pertama yang mendarat mulus ditelapak tangan Jogja. Dua tahun aku tak berkunjung ketempat ini dan meninggalkan kenangan tanpa berpamit. Mungkin, aku yang salah atau kamu yang salah? entahlah. Aku hanya sebagai pecinta kelas teri,[2]namun  wanita selalu saja mengharapkan lebih. Ya, kusadari karena aku memang magnet. Aku terlalu keras seperti karang didasar ombak. Aku meninggalkannya di tepi Kalimati dan merobek cerita terakhir dalam buku. Lalu, melarungnya bersam…

Kuliah atau Organisasi

Gambar
“Nak, kuliah seng bener. Ojo kecewake bapak lan ibumu ning ndeso.” Itu merupakan kata-kata atau harapan semua orang tua terhadap anaknya. Agar kuliah dengan benar dan tidak mengecewakan orang tuanya, yang banting tulang demi biaya kuliah serta hidup anaknya di perantauan. Orang tua pun, menginginkan anaknya mendapatkan IP yang bagus dan tentunya lulus tepat waktu, mengapa? Ya, tentunya kalian sudah paham tanpa aku jelaskan.
Tapi, masalah dan merupakan problem terbesar saat ini adalah kuliah tidak menjamin langsung mendapatkan pekerjaan. Lalu? Untuk apa kuliah? Membuang waktu dan tenaga, bukan? Itu merupakan pemikiran yang sempit. Kuliah itu penting, karena dapat membuka wawasan pengetahuan lebih lebar. Loh, bukannya membaca buku juga bisa? Berbeda, kuliah mengajarkan lebih banyak dari sebuah buku. Tapi, itu hanya berlaku bagi mahasiswa/i yang memang berniat kuliah bukan sekedar menyandang gelar untuk bergaya.
Eits, bukan ini yang akan kita bahas. Melainkan bagaimana kita kuliah tapi,…

Omong Kosong Dalam Tong Kosong

Gambar
Ketika berbicara mengenai 'merdeka' banyak sekali yang perlu dipertanyakan. Merdeka yang seperti apa? Yang bagaimana? Jalan seperti apa? Untuk apa? Apa? Apa? Lalu apa?
Membela rakyat? Membela yang bagaimana? Sebagai jalan penengah? Tapi, itu omong kosong bagiku. Ketika mereka dengan bangga masuk didalam suatu organisasi dan mereka berkata "aku untuk rakyat" namun, ketika mereka dapat memenuhi ambisinya dan berada dipuncak, apalagi dipercaya untuk memegang kendali dalam suatu kehidupan yang lebih besar. Kata-kata yang dulu diucapkan hanya sebagai angin lalu. Mengapa? Ya karena mereka terlalu nyaman ditempat tidur. Hidup itu uang! Seperti kata-kata yang sering kita dengar "time is money' ingin mengelak? Bodoh! Saat ini uang adalah segalanya jadi, orang yang berkata "saya untuk rakyat bukan karena uang" hanya omong kosong! 
Apalagi, ditambah banyaknya para pejabat atau para penggerak layar kotak modern membuatkan acara yang membahas mengenai kehidupa…